Publikasi Berita

Berita Kampus

detakbogor.com - Sebanyak 530  mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIP) Syamsul Ulum Sukabumi tahun akademik 2012-2013 diwisuda di gedung Anton Sujarwo komplek Setukpa Bhayangkara Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Kamis (31/10).

"Jumlah yang diwisuda pada angkatan ke 20 tahun ini dari empat bidang studi (prodi) adalah dari STAI syari'ah dan Tarbiah 186 orang, sedangkan STISIP Administrasi Negara dan Ilmu Pemerintahan 344 orang," ujar Pimpinan STAI Syamsul Ulum SUkabumi, Drs. KH. Maman Abdurrahman.

Para wisudawan sarjana S1 ini diharapkan dapat mewarnai persatuan dan kesatuan bangsa dan dapat dan dapat menjadi kebanggaan ditengah-tengah masyarakat, "para lulusan tarbiyah hendaknya dapat mengembangkan pendidikan keagamaan dengan mengajarkan nilai-nilai Islam yang handal ditengah masyarakat, dan para lulusan ilmu administrasi negara dan ilmu pemerintahan juga dapat menjadi abdi masyarakat yang baik dalam bekerja pada pegawai pemerintahan mapun dilam bidang yang lain, dengan membawa nilai-nilai Islam dalam menjalankan tugasnya, jadilah pegawai yang jujur" ujarnya.

selain itu, Pembantu Ketua Bidang Akademi STAI dan STISIP Syamsul Ulum, Drs. Syarifuddin Amir, MM. juga berpesan kepada para wisudawan, berkaitan dengan wisuda yang dilaksanakan berdekatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ia berharap agar semangat sumpah pemuda dapat menjadi pemicu para wisudawan lebih semangat dalam mengaplikasikan ilmunya di masyarakat.

Sejalan dengan momen wisuda angkatan 20 STSIP Syamsul Ulum dengan Hari Sumpah Pemuda, alumni dari Syamsul Ulum dapat lebih semangat untuk ikut mewarnai dinamika politik tanah air, baik di tingkatan daerah maupun di tingkat nasional, "saatnya para mahasiswa Syamsul Ulum untuk mengaktualisasikan ilmu yang telah didapatkan di tengah masyarakat, sehingga dapat mewarnai konstalasi politik baik ditingkat daerah maupun nasional," kata Syarifudin.

sementara Ketua STAI-STISIP Syamsul ‘Ulum, Prof. Dr. K.H Dedy Ismatullah Mahdi, SH., M.Hum dalam sambutannya mengatakan agar para wisudawan/ti STAI dan STISIP Syamsul Ulum dapat menjawab tantangan zaman era globalisasi saat ini, dan menjujung tinggi citra alumni dimata masyarakat.

"Dalam menjawab tantangan pada globalisasi saat ini hendaknya dapat kita maknai dengan positif, dan para lulusan STAI-STISIP Syamsul Ulum dapat lebih mengedepankan moral dalam Islamnya akhlakul karimah dalam menjawab tantangan globalisasi. Para alumni Syamsul Ulum hendaknya dapat menjunjung tinggi citra positif dengan membawa nilai-nilai Islam ditengah masyarakat," ujar Dedy Ismatulloh

hadir juga dalam acara wisuda Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Helmy Faishal Zaini, Walikota Sukabumi Mohamad Muraz, Ketua Kopertis Jabar-Banten, para undangan serta para orang tua mahasiswa.

Dalam wisuda angkatan ke 20 ini juga terdapat sejumlah wartawan Bogor yang telah menyelesaikan studynya di STISIP Syamsul Ulum, mereka adalah H. RM. Danang Donoroso, Sip, Piyarso Hady, Sip, Muzakkir, Sip, Subagio, Sip, M. Basir, Sip, Edison Nizar, Sip, Edimurti, Sip, Aris Basuki, Sip, dan Bery, Sip.

Berita Kampus

Entaskan Daerah Tertinggal, Kementerian PDT RI Gandeng STAI-STISIP Syamsul Ulum

SUKABUMI, SENTANAOnline.com—

KEMENTERIAN Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemenag PDT RI) menggandeng Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan ilmu Politik (STISIP) Syamsul Ulum Kota Sukabumi untuk menyukseskan program pengentasan daerah tertinggal.

Kerjasama itu ditandai dengan panandatanganan Memorandum of. Understanding (MoU) oleh Menteri Negara PDT RI, Helmy Faishal Zaini dan Ketua Yayasan STAI-STISIP Syamsul Ulum Kota Sukabumi, Prof Dr. Deddy Simatullah Mahdi di sela acara wisuda sarjana baru perguruan tinggi tersebut di Gedung Anton Sudjarwo, Komplek STUKPA POLRI Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi, Kamis (31/10) kemarin.

Menteri mengatakan, kerjasama tersebut untuk membantu Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu daerah tertinggal. Sebab, daerah tersebut merupakan salah satu dari dua daerah di Jawa Barat yang menjadi prioritas program Kementerian PDT selain Kabupaten Garut. Dua daerah tersebut berada di peringkat paling bawah. “Kerjasama ini untuk mendorong Kabupaten Sukabumi agar keluar dari predikat daerah tertinggal,” ujar Helmy.

Dijelaskan, dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan diterjunkan ke pelosok desa. Mereka dilibatkan sebagai pendamping untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya di. bidang keagamaan pada saat Kuliah Kerja Nyata (KKN).  Kerjasama tersebut akan dimulai pada tahun 2014. “Saat KKN, mahasiswa diarahkan pada program pembangunan daerah tertinggal diantaranya KKn Tematik,” ujarnya.

Helmy mengungkapkan, untuk mendukung program kementerian yang dipimpinnya, pihaknya telah menggandeng sejumlah Perguruan Tinggi di tanah air. Namun, untuk perguruan tinggi agama, perguruan tinggi dibawah Yayasan Syamsul Ulum  merupakan yang kelima. “Target saya sekitar  30 PT akan diajak, baik perguruan tinggi kesehatan dan pendidikan. Diharapkan mereka mengusulkan  untuk terlibat dalam program ini,” ujarnya.

Menteri mengungkapkan, dari sebanyak 163 daerah tertinggal ditanah air, sekitar 69 daerah menjadi sasaran tahun ini. Dari sebanyak itu, sebagian besar berada di Pula Jawa dan Sumatera. “Hanya sebagian kecil di wilayah Timur,” katanya.

Selainbekerjasama dengan Kementerian PDT, Yayasan Syamsul Ulum juga bekerjasama dengan salah satu LSM yang berbasis di Turki. Kerjasam ini untuk meningkatkan kemampuan alumni perguruan tinggi tersebut dibidang keagamaan.

LSM yang berskala internasional tersebut menyiapkan beasiswa bagi alumni STAI Syamsul Ulum untuk pendalaman Al-Quran di negara tersebut.

Sementara Ketua Yayasan STAI-STISIP Syamsul Ulum Kota Sukabumi, Dedi Ismatullah didampingi Ketua Program Studi Ilmu Administras Negara Ir. Edwin Sujono mengatakan, kerjasama tersebut merupakan upaya meningkatkan kemampuan lulusannya. “Dengan kerjasama ini, Ilmu yang didapat ilmu dari bangku kuliah bisa dikembangkan di tengah masyarakat. Yang paling penting ilmu itu harus bermanfaat. Menimal untuk dir sendiri dan keluarga. Kalau belum bermanfaat maka tujuannya belum nyampai," ujarnya.

Tahun ini, Yayasan Syamsul Ulum mewisuda sebanyak 527sarjana baru. Sebanyak 230 sarjana agama dan sebanyak 297 sarjana ilmu politik dan sosial.(NIF)

http://sentanaonline.com/detail_news/main/13967/1/01/11/2013/Entaskan-Daerah-Tertinggal-Kementerian-PDT-RI-Gandeng-STAISTISIP-Syamsul-Ulum

Berita Kampus

Alhamdulillah, Pelaksaan Tes Masuk Mahasiswa Baru STAI Syamsul 'Ulum Gunungpuyuh Sukabumi Tahun Akademik 2013/2014 Gelombang I selesai dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Agustus 2013 di Gedung Kampus Syamsul 'Ulum yang diikuti peserta sebanyak 105 orang.

 

Panitia PMB

2013/2014


 

Berita Kampus

Diberitahukan Kepada Calon Mahasiswa STAI Syamsul 'Ulum Gunungpuyuh Sukabumi Tahun Akademik 2013/2014 yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti:

1. TES TULIS

Hari, Tanggal : Kamis, 29 Agustus 2013

Jam : 13.00 s.d. selesai

Tempat: Kampus STAI Syamsul 'Ulum Gunungpuyuh Sukabumi

2. TES WAWANCARA

Hari, Tanggal : Kamis, 29 Agustus 2013

Jam : 15.30 s.d. selesai

Tempat: Kampus STAI Syamsul 'Ulum Gunungpuyuh Sukabumi

 

Ketentuan Peserta Tes:

1. Berpakaian Rapi: Laki-laki (Kemeja, sepatu); Wanita: (berbusana Muslimah)

2. Registrasi Ulang ke Sekretariat hari Kamis, 29 Agustus 2013 Jam 11.00 - 12.30

3. Membawa Alat Tulis sendiri

Berita Kampus

More Articles...

Page 10 of 20

10

Member Login