Publikasi Berita

Berita Kampus

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Tokoh ulama karismatik KH Ahmad Sanusi akhirnya difilmkan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk “protes” karena KH Ahmad Sanusi sampai sekarang belum dikukuhkan sebagai pahlawan nasional.

Film tersebut dibuat oleh Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Sukabumi yang bekerja sama dengan Saung Barudak Jaya (SBJ) Asri Film pimpinan Rudi Januar. Rencananya, film tersebut diberi judul ‘Sang Pemikir dan Pejuang’. Baca selanjutnya dalam link disini

Berita Kampus

Warga Sukabumi Belajar Menghargai Sejarah 

Sukabumi – topic beria

Catatan sejarah Perjuangan KH Ahmad Sanusi kian lengkap. Terlebih Selasa 26/1, shooting perdana Film Biografi K.H. Ahmad Sanusi yang berjudul SANG PEMIKIR DAN PEJUANG, dimulai. Film documenter ini paling tidak, dapat mengobati kerinduan terhadap ketokohan kiayi pejuang kemerdekaan Asal Sukabumi. Baca lanjutannya dalam link disini

Berita Kampus

SEJARAH DALAM PERSEFEKTIF ISLAM

Sukabumi-topic berita

Karakter sebuah bangsa dan generasi penerusnya, dipengaruhi oleh sejarah bangsa itu sendiri. Arus globalisasi salah satu penyebab terjadinya degradasi moral dan karakter bangsa. Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath DR. Muhammad Fajar Laksana, ruksanya moral dan karakter bangsa ini karena kita mengabaikan pengetahuan sejarah. Baca lebih lanjut pada link disini

Berita Kampus

Tulisan ini merupakan sepenggal kisah anak negeri. “Ajengan Sanusi” dari Sukabumi adalah .... Selengkapnya baca link disini
Tulisan ini merupakan sepenggal kisah anak negeri. “Ajengan Sanusi” dari Sukabumi adalah salah satu fragmen pejuang negeri ini yang mungkin terlupakan. Padahal, aksi nyata dan perjuangannya untuk negeri ini layak diabadikan tinta emas sejarah. Karena itu, sebagai aktifis-jurnalis Kompasiana, penulis merasa terpanggil untuk turut mendokumentasikan kisahnya.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sasgart/ajengan-sanusi-dari-sukabumi-untuk-indonesia_54f3ddb77455139d2b6c8037
Tulisan ini merupakan sepenggal kisah anak negeri. “Ajengan Sanusi” dari Sukabumi adalah salah satu fragmen pejuang negeri ini yang mungkin terlupakan. Padahal, aksi nyata dan perjuangannya untuk negeri ini layak diabadikan tinta emas sejarah. Karena itu, sebagai aktifis-jurnalis Kompasiana, penulis merasa terpanggil untuk turut mendokumentasikan kisahnya.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sasgart/ajengan-sanusi-dari-sukabumi-untuk-indonesia_54f3ddb77455139d2b6c8037
Tulisan ini merupakan sepenggal kisah anak negeri. “Ajengan Sanusi” dari Sukabumi adalah salah satu fragmen pejuang negeri ini yang mungkin terlupakan. Padahal, aksi nyata dan perjuangannya untuk negeri ini layak diabadikan tinta emas sejarah. Karena itu, sebagai aktifis-jurnalis Kompasiana, penulis merasa terpanggil untuk turut mendokumentasikan kisahnya. KH Ahmad Sanusi atau lebih dikenal dengan “Mama Ajengan Sanusi” sudah berkali-kali dinominasikan untuk memperoleh anugrah Pahlawan Nasional, namun berkali-kali pula gagal dan terkendala. Kemarin, 10 November 2014 bertepatan dengan perayaan Hari Pahlawan saya tadinya berharap presiden baru Ir. Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan gelar itu. Namun tampaknya, anugrah gelar Pahlawan Nasional nyatanya memang lebih politis ketimbang berdasarkan pertimbangan objektif.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sasgart/ajengan-sanusi-dari-sukabumi-untuk-indonesia_54f3ddb77455139d2b6c8037
Tulisan ini merupakan sepenggal kisah anak negeri. “Ajengan Sanusi” dari Sukabumi adalah salah satu fragmen pejuang negeri ini yang mungkin terlupakan. Padahal, aksi nyata dan perjuangannya untuk negeri ini layak diabadikan tinta emas sejarah. Karena itu, sebagai aktifis-jurnalis Kompasiana, penulis merasa terpanggil untuk turut mendokumentasikan kisahnya. KH Ahmad Sanusi atau lebih dikenal dengan “Mama Ajengan Sanusi” sudah berkali-kali dinominasikan untuk memperoleh anugrah Pahlawan Nasional, namun berkali-kali pula gagal dan terkendala. Kemarin, 10 November 2014 bertepatan dengan perayaan Hari Pahlawan saya tadinya berharap presiden baru Ir. Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan gelar itu. Namun tampaknya, anugrah gelar Pahlawan Nasional nyatanya memang lebih politis ketimbang berdasarkan pertimbangan objektif.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/sasgart/ajengan-sanusi-dari-sukabumi-untuk-indonesia_54f3ddb77455139d2b6c8037

Berita Kampus

More Articles...

Page 4 of 20

4

Member Login