Publikasi Artikel Kemiskinan dan Zakat

Kemiskinan dan Zakat

Image result for h.a. suganda

Oleh Drs.H.A Suganda, M.Ag
Ketua DKM Masjid Nurul Ulum Ponpes Syamsul Ulum

Zakat, infaq, dan shadaqoh (ZIZ), ketiga istilah ini sangat akrab di telinga kita seolah sudah menjadi satu kesatuan. Tetapi sesungguhnya masing-masing istilah itu punya hakikat dan pengertian sendiri-sendiri yang cukup spesifik, sehingga kita perlu menyebutnya satu persatu. Karena bukan sinonim, bahkan dari segi hukum juga sangat berbeda.

Zakat merupakan salah satu pesan Islam yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar umat manusia, yakni terciptanya kesejahteraan ekonomi yang seimbang, tidak menimbulkan kecemburuan yang makin tajam antara kaum kaya dan miskin. Zakatlah pesan Islam yang pernah mendapat prioritas pembinaan umat ketika Nabi Muhammad SAW pertama kali membina masyarakat di kota Madinah.

Zakat juga adalah ajaran Islam yang memiliki dimensi ganda, yaitu spiritual dan material. Selain itu, zakat pun berdimensi sosial yang berarti bahwa pemenuhan kebutuhan material, bukan hanya berorientasi pada situasi individual tetapi juga sosial. Prinsip zakat menjadi alternatif dalam membangun kekuatan ekonomi umat dan sekaligus menciptakan kesejahteraan dan iklim kebersamaan ukhuwah Islamiyah. Akan tetapi prakteknya, membina kesejahteraan umat melalui zakat tidak semudah seperti kita membalikkan tangan. Sebab, kita masih sering mendapatkan kesulitan ketika memilih zakat sebagai alternatif mensejahterakan umat.

Zakat adalah shadaqoh yang hukumnya wajib, maka para ulama sepakat untuk menyebutnya sebagai zakat. Pendayaan zakat dapat diperuntukkan bagi usaha produktif, apabila kebutuhan mustahiq delapan asnaf sudah terpenuhi dan terdapat kelebihan. Penyaluran zakat dalam bentuk ini adalah bersifat bantuan pemberdayaan ekonomi umat melalui melalui program atau kegiatan ekonomi yang berkesinambungan.

Kalau infaq bermakna mengeluarkan atau membelanjakan harta. Berbeda dengan yang sering kita pahami dengan istilah infaq yang selalu dikaitkan dengan sejenis sumbangan atau donasi. Istilah infaq dalam bahasa Arab sesungsuhnya masih sangat umum. Intinya, hanya mengeluarkan harta atau membelanjakannya. Apakah untuk kebaikan, donasi, atau sesuatu yang bersifat untuk diri sendiri, atau bahkan keinginan dan kebutuhan yang bersifat konsumtif. Semua masuk dalam istilah infaq. Sedangkan shadaqoh punya kemiripan dengan istilah infaq di atas, tetapi lebih spesifik. Shadaqoh adalah membelanjakan harta atau mengeluarkan dana dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ar-Raghib al-Asfahani mendefinisikan shadaqoh adalah, harta yang dikeluarkan oleh seseorang dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Jadi ada perbedaan antara infaq dan shadaqoh dalam niat dan tujuan, dimana shadaqoh itu sudah jelas dan spesifik bahwa harta itu dikeluarkan dalam rangka ibadah kepada Allah SWT. Sedangkan infaq, ada yang sifatnya ibadah (mendekatkan diri kepada Allah) dan juga yang bukan ibadah. Maka istilah shadaqoh tidak bisa dipakai untuk membayar maksiat, atau memberi suap kepada pejabat. Sebab, shdaqoh hanya untuk kepentingan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT saja. (*)

Add comment


Security code
Refresh

Artikel Umum

Member Login