Publikasi Artikel K.H. AHMAD SANUSI MUFASSIR PEJUANG

An-Nisa ayat 9.

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”.

 

Memang bukan tradisi Sunda untuk membesar-besarkan kehebatannya. Bahkan sampai-sampai ada anggapan tabu menceritakan sejarah nenek moyangnya sendiri, bisi “agul ku payung butut” cenah. Doktrin “pamali” atau “teu wasa” begitu kuat mengakar. Baca lebih lanjut dalam link disini

Add comment


Security code
Refresh

Artikel Umum

Member Login