Usai mengunjungi Ponpes Syamsul Ulum, Heryawan  Berjualan Sate untuk Menyerap Masukan Warga

30 Mei 2012 | 08:00 WIB | Dibaca 7 kali

Sabtu 26/5/2012, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Lc. bershilaturrahmi dengan keluarga besar Ponpes Syamsul Ulum Gunungpuyuh Sukabumi Jawa Barat, bertempat di komplek Ponpes Syamsul Ulum Sukabumi, Jl. Bhayangkara. Ribuan jamaah memadati komplek Ponpes untuk bershilaturrahmi dan melihat secara langsung gubernur asal Sukabumi tersebut. Selesai menyampaikan pidato, kang Aher (sapaa akrab gubernur) meninjau beberapa tempat/bangunan yang ada di komplek pesantren. Dia berjanji untuk memberikan bantuan guna penyelesaian pembanguna Masjid yang sudah mencapai 60% dalam tahap penyelesaian.

Usai melakukan kunjungan Silaturrahim di Pondok Pesantren Syamsul Ulum Gunungpuyuh Kota Sukabumi, Sabtu (26/5) pagi, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak puluhan penarik becak yang biasa mangkal di sekitar Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jl Ahmad Yani Cikole Kota Sukabumi, untuk menikmati sate. Ajakan orang nomor satu di Jawa Barat itu sudah tentu disambut antusias para penarik becak. Kejadian tak terduga dan tanpa pengaturan protokoler itu sengaja dilakukan Heryawan untuk mengajak para pengayuh becak menikmati sate.

 

Dengan wajah sumringah, merekapun berbondong langsung mendekati Gubernur. Begitupun dengan Gubernur yang dengan cekatan langsung melayani para “tamu”nya itu dengan mengipas dan menyajikan sate sambil duduk ala tukang sate profesional. Dalam waktu yang singkat ratusan tusuk sate pun habis disantap. Maklum kondisi pagi hari ditambah belum sarapan menjadikan suasana sekitar “bakul” sate Heryawan bertambah ramai. Para penikmat sate menyatakan puas, begitu pula dengan “sang penjual” yang kebetulan adalah Gubernur juga merasakan hal yang sama.

 

Kejadian tersebut mengulang peristiwa sebelumnya, beberapa waktu lalu, saat Gubernur “beralih” profesi menjadi penjual “cuankie”. Makanan mie kuah bakso yang biasa mangkal di depan pagar Gedung Sate, Jl Diponegoro 22 Kota Bandung itu ludes dijajakan Heryawan kepada para pejalan kaki yang kebetulan lewat. Tentu momen yang langka itu menjadi perhatin warga. Begitupun dengan Heryawan menjadikan saat santai itu untuk berdialog dengan warganya. Menurutnya banyak hal, baik itu saran, masukan dan kritik dari warga yang berguna dan bermanfaat.

 

Begitulah salah satu cara Ahmad Heryawan berkomunikasi dengan warganya. Dengan suasana akrab dan santai, mengalirlah sejumlah informasi, kritikan dan masukan yang berguna bagi kebijakan pembangunan Jawa Barat ke depan. “Mudah-mudahan Jawa Barat lebih maju dan sejahtera,” ungkap Heryawan. Saat ditanyakan warga apakah, cara ini akan dilakukan lagi di tempat yang lain, Heryawan menjawab sudah tentu, karena hal ini merupakan salah satu cara bagi dirinya untuk menjaring aspirasi masyarakat lapisan “bawah” yang notabene merupakan bagian obyek pembangunan.

Member Login